Wednesday, January 16, 2019

Sistem Komputer 1.4


A. Definisi Mikrokontroler

·  Mikrokontroler adalah komputer mikro dalam satu chip tunggal. Mikrokontroler memadukan CPU, ROM, RWM, I/O paralel, I/O seri, counter-timer, dan rangkaian clock dalam satu chip tunggal. 
·  Mikrokontroler memadukan memori untuk menyimpan program atau data pheriperal I/O untuk
berkomunikasi dengan alat luar.

·  Pada setiap mikrokontroler terdapat unit-unit CPU/MPU, Memory Unit, I/O Unit yang
dihubungkan oleh tiga bus yaitu bys data bus alamat dan bus kendali. Maka mikrokontroler adalah
sebuah sistim mikroprosesor dalam sebuah chip tunggal.
Related image


B. Arsitektur dan Organisasi Komputer
  • Arsitektur Komputer
Gambar terkait
Arsitektur Komputer mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. contoh: set instruksi, aritmetilka yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/0. Sedangkan Organisasi Komputer mempelajari bagian yang terkait dengan unit-unit operasional komputer dan hubungan antara komponen sistem komputer. contoh: sinyal kontrol, interface, teknologi memori.

  • Organisasi Komputer

Adalah bagian yang terkait erat dengan unit – unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, dan sinyal – sinyal kontrol

C. Struktur dan Fungsi Komputer

Struktur Komputer

Komputer adalah sebuah sistem yang berinteraksi dengan cara tertentu dengan dunia luar.
Interaksi dengan dunia luar dilakukan melalui perangkat peripheral dan saluran komunikasi.
Dalam buku ini akan banyak dikaji seputar struktur internal komputer. Perhatikan gambar dibawah ini, terdapat empat struktur utama:

  • Processing Unit (CPU), berfungsi sebagai pengontrol operasi komputer dan
    pusat pengolahan fungsi – fungsi komputer. Kesepakatan, CPU cukup disebut sebagai
    processor (prosesor) saja.
  •  Memori Utama, berfungsi sebagai penyimpan data.
  •  I/O, berfungsi memindahkan data ke lingkungan luar atau perangkat lainnya.
  •  System Interconnection, merupakan sistem yang menghubungkan CPU, memori utama dan I/O.
Struktu komputer

Komponen yang paling menarik namun paling kompleks adalah CPU. Struktur CPU terlihat
pada gambar 1.2, dengan struktur utamanya adalah :
  • Control Unit, berfungsi untuk mengontrol operasi CPU dan mengontrol komputer secara keseluruhan.
  • Arithmetic And Logic Unit (ALU), berfungsi untuk membentuk fungsi – fungsi
    pengolahan data komputer.
  • Register, berfungsi sebagai penyimpan internal bagi CPU.
  • CPU Interconnection, berfungsi menghubungkan seluruh bagian dari CPU.
Fungsi Komputer
Fungsi dasar sistem komputer adalah sederhana seperti terlihat pada gambar dibawah iniPada prinsipnya terdapat empat buah fungsi operasi, yaitu :
  •  Fungsi Operasi Pengolahan Data
  •  Fungsi Operasi Penyimpanan Data
  •  Fungsi Operasi Pemindahan Data
  •  Fungsi Operasi Kontrol
Fungsi kumputer


D. Pengertian SRAM, EEPROM, dan SREG

SRAM (Statik RAM) 
adalah jenis memory yang tidak perlu penyegaran oleh CPU agar data yang terdapat didalamnya tetap tersimpan dengan baik. RAM jenis ini memiliki kecepatan lebih tinggi dari pada DRAM
Image result for sram memory
EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory)
merupakan kependekan dari Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory. EEPROM adalah tipe khusus dari PROM (Programmable Read-Only Memory ) yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. Seperti juga tipe PROM lainnya, EEPROM dapat menyimpan isi datanya, bahkan saat listrik sudah dimatikan.

Image result for eeprom memory
SREG
Status register (SREG) adalah register berisi status yang dihasilkan pada setiap operasi yang dilakukan ketika suatu instruksi dieksekusi. SREG merupakan bagian dari inti CPU mikrokontroler. SREG merupakan bagian dari inti CPU mikrokontroler 
SREG tersusun dari 8 bit dimana masing masing bit memiliki fungsi masing-masingyaitu: 

a. Bit 7
I (Global interrupt enable) bit ini digunakan untuk mengaktifkan interupsi, jika terjadi interupsi yang dipicu oleh hardware bit I akan di-clear, dan akan di-set kembali menggunakan instruksi RETI.

b. Bit 6
T ( Bit Copy Storage) Instruksi BLD dan BST menggunakan bit-T sebagai sumber atau tujuan dalam operasi bit Suatu bit dalam sebuah register GPR dapat disalin ke bit T menggunakan instruksi BST, dan sebaliknya bit-T dapat disalin kembali ke suatu bit dalam register GPR menggunakan instruksi BLD.

c. Bit 5
H (Half Carry Flag)

d. Bit 4
S (Sign Bit) bit S merupakan hasil dari operasi EOR antara flag-N (negatif) dan flag-V (komplemen dua overflow).

e. Bit 3
V (Two’s Complement Overflow Flag) bit ini berguna untuk mendukung operasi aritmatika.

f. Bit 2
N (Negative Flag) apabila suatu operasi menghasilkan bilangan negatif maka flag-N akan di-set.

g. Bit 1
Z (Zero Flag) Bit akan di-set bila hasil operasi yang diperoleh adalah nol.

h. Bit 0
C (Carry Flag ) bit akan diset bila operasi menghasilkan carry.
salam damai.

E. Skema Rangkaian Pada elektronika
.
merupakan blueprint dari model peratalan elektronik yang ingin kita bangun. Apapun jenis alat yang ingin kita buat, haruslah terlebih dahulu kita buatkan skemanya. Karena dengan adanya skema, kita akan mengetahui apa saja yang kita butuhkan dan apa saja yang perlu kita lakukan untuk membangun alat tersebut. Darisanalah kita bisa berpatokan apakah kita sanggup memiliki bahan-bahan/ komponen pembangunnya, serta memperkirakan kesanggukan kita untuk merangkai komponen tersebut menjadi alat yang kita inginkan. 

Contoh skema rangkaian pada elektronika :

1. Rangkaian Amplifier Mini 6 Watt
rangkaian amplifier mini 6 watt
2. Rangkaian Flip Flop
rangkaian flip flop

3.Rangkaian Bel pinru 10 nada 

rangkaian bel pintu 10 nada

0 comments:

Post a Comment