Friday, February 1, 2019

Komputer dan Jaringan Dasar 1.5



A. Jenis Topologi

Pengertian Topologi Jaringan komputer adalah metode atau cara yang digunakan agar dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Struktur atau jaringan yang digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya bisa dengan menggunakan kabel ataupun nirkabel (tanpa kabel).

Topologi Ring
topologi ring
Topologi ring merupakan salah satu jenis topologi jaringan komputer yang saat ini pemakaiannya kurang banyak populer di dalam sebuah jaringan komputer. Topologi Ring merupakan sebuah topologi jaringan komputer, yang memanfaatkan sebuah sirkulasi atau alur tertentu yang memungkinkan setiap informasi dan juga paket data mengalir secara berurutan.
Itu artinya, setiap paket data dan juga informasi yang diteruskan dari server menuju klien harus melewati masing – masing komputer client untuk dapat diteruskan ke computer tujuan. Topologi ini disebut sebagai topologi ring, karena proses transmisi datanya yang melingkar seperti sebuah siklus, sehingga dianggap sama seperti sebuah cincin. Bentuk utama dari topologi ini adalah tertutup, dimana sebuah server akan menjadi pusat dari sebuah jarngan komputer topologi ring, sekaligus menjadi akhir atau penutup dari sebuah topologi jaringan ring.

Cara kerja dari topologi jaringan ring

Cara kerja jaringan yang menggunakan topologi jaringan ring pada dasarnya cukup sederhana, karena tidak membutuhkan perangkat keras jaringan yang rumit dan membutuhkan keahlian khusus. Paling tidak, sebuah jaringan komputer yang menggunakan topologi jaringan ring ini harus memilki sebuah kabel jaringan dan juga konektor yang dapat saling menghubungkan komputer server dengan klien pada jaringan tersebut. Berikut ini adalah cara kerja singkat mengenai jaringan komputer yang menggunakan topologi jaringan ring :

  • Sebuah server akan dibuat menjadi komputer induk yang menyediakan informasi dan menjadi pusat data dari sebuah jaringan.
  • Server kemudian akan dihubungkan dengan komputer klien pertama, lalu kemudian komputer klien pertama akan disambungkan dengan komputer klien kedua, dan seterusnya, hingga dimana omputer klien terakhir akan terhubung ke dalam komputer server yang sama, sehingga menjadi sebuah jaringan komputer utuh
  • Pada saat komputer klien ke 3 misalnya, akan memanggil data dan juga informasi yang dibutuhkan, maka server akan meneruskan paket data yang direquest oleh komputer klien nomor 3, namun harus melewati komputer klien 1 dan juga 2 terlebih dahulu. Inilah yang dinamakan sebuah alur dari siklus jaringan yang menggunakan topologi jaringan ring atau cincin.


Kelebihan topologi jaringan ring
  • Membutuhkan perangkat keras jaringan komputer yang tidak banyak
  • Mudah untuk diimplementasikan
  • Biaya perawatan dan pengimplementasian yang murah dan ekonomis
  • Perawatan atau maintenance yang murah
  • Cocok untuk diaplikasikan pada jaringan komputer yang kecil.
Kekurangan topologi jaringan ring
  • Proses transfer data yang tidak secepat topologi jaringan star atau tree dan mesh
  • Apabila terjadi kesalahan atau kegagalan pada sebuah komputer klien, maka seluruh jaringan akan terganggu
  • Semakin banyak komputer klien, maka proses transmisi data akan menjadi semakin lama
  • Sangat tidak cocok untuk diimplementasikan pada sebuah jaringan dengan akses tinggi.
Topologi Bus
topologi bus
Jenis topologi jaringan komputer yang kedua adalah jenis topologi jaringan bus. Sama seperti topologi jaringan ring, topologi bus in imeru[akan salah satu jenis topologi jaringa komputer yang kurang populer untuk penggunaan topologi jaringan secara umum. Topologi bus mentransmisikan paket data dan juga informasi yang dikirmkan oleh server ke dalam komputer – komputer client dengan menggunakan kabel, konektor dan juga bus yang menghubungkan antar komputer. Konektor bus ini merupakan perangkat keras jaringan yang berperan penting dalam jaringan bertopolgi bus.


Cara kerja dari jaringan komputer yang menggunakan topologi jaringan bus

Pada dasarnya, topologi bus disusun berdasarkan kabel – kabel yang dipusatkan pada sebuah server, dan diteruskan ke dalam klien dengan memanfaatkan konektor bus agar setiap paket data bisa diteruskan ke sebuah jaringan komputer Dalam pengaplikasiannya, sebuah jaringan yang menggunakan topologi bus ini membutuhkan sebuah protocol khusus yang dikenal dengan nama distribution access protocol, sehingga sebuah jaringan bisa terhubung dengan servernya.
Konsep topologi dan cara kerja topologi bus ini mirip seperti proses distribusi penyaluran air yang menggunakan pipa air. Setiap pipa air yang menuju ke rumah warga akan dipecah – pecah dengan menggunakan sambungan pipa yang berbentuk T, ataupun berbentuk +.
Kelebihan dan kekurangan topologi jaringan bus :
Kelebihan
  • Menghubungkan antar kabel secara linear secara seri
  • Tidak menggunakan peralatan atau hardware aktif
  • Menggunakan conector tipe T
Kekurangan
  • Membutuhkan kabel jaringan yang sangat panjang dan banyak
  • Dukungan teknisi ahi yang jarang
  • Tidak cocok digunakan pada lalu lintas akses data yang tinggi, karena akan melambat ketika terdapat akses data tinggi

Topologi Star

topologi star
Jenis topologi berikutnya adalah topologi jaringan star. Topologi jaringan star merupakan topologi jaringan yang umum dan juga populer untuk digunakan dalam sebuah jaringan komputer, baik jaringan LAN, jaringan internet, secara nirkabel maupun dengna menggunakan kabel jaringan.
Dalam implementasinya, sebuah jaringan yang menggunakan topologi jaringan star membutuhkan beberapa perangkat keras jaringan tambahan, yaitu switch atau hub. Selain kedua alat tersebut, sebuah jaringan komputer bertopologi Star juga bisa memanfaatkan router, bridge, ataupun access point sebagai perangkat keras pengganti switch dan hub.

Cara kerja topologi jaringan star
Cara kerja topologi jarinan star sangat mudah untuk dipelajari. Ketika komputer client akan melakukan pengaksesan informasi, maka server akan merespon, dan mengirimkan informasi yang dibutuhkan oleh komputer client, sesuai dengan lokasi atau jalur yang sudah dibuat. Jadi, setiap compute client akan memiliki jalur kabel atau nirkabel sendiri – sendiri, yang diatur oleh switch, bridge, hub, router, ataupun access point yang digunakan. Tugas dari server hanyalah melakukan proses pengiriman data menuju perangkat tersebut.

Kelebihan
  • Banyak ahli dan teknisi jaringan yang memahami topologi ini, sehingga maintenance lebih mudah untuk dilakukan
  • Kerusakan pada satu kabel atau satu komputer client, tidak akan mengganggu keseluruhan jaringan
  • Dapat menggunakan berbagai tipe kabel jaringan, ataupun berbagai tipe frekuensi nirkabel
  • Keepatan transfer yang lebih stabil
  • Dapat melakukan pengontrolan terhadap lalu lintas data
  • Cenderung lebih stabil ketika terjadi akses lalu lintas data yang tinggi
  • Cocok untuk diimplementasikan pada sebuah jaringan yang kecil, sedang, bahkan besar
  • Sangat efektif apaila digabungkan dengan jaringan lain menjadi sebuah jaringan WAN ataupun jaringan MAN
Kekurangan
  • Membutuhan biaya impleentasi yang lebih tinggi dibandingkan ring dan juga bus
  • Ketika prangkat jaringan rusak, maka jaringan tersebut akan mengalami kerusakan dan kegagalan
Topologi Tree
topologi tree

Topologi berikutnya adalah topologi tree. Sesuai namanya, topologi ini merupakan topologi yang memilkii struktur bertingkat seperti sebuah pohon, dimana kebanyakan topologi ini dimanfaatkan untuk menggabungkan beberapa jaringan komputer menjadi satu buah jaringan komputer besar.
Topologi tree ini banyak digunakan pada gedung – gedung bertingkat, ataupun gedung yang memilki banyak jaringan jaringan LAN kecil di dalamnya. Untuk dapat membuat sebuah jaringan yang menggunakan topologi tree, paling tidak sebuah jaringan membutuhkan bridge ataupun router untuk mengatur lalu lintas jaringan yang ada.

Kelebihan
  • Sistem keamanan jaringan yang terjaga dengan baik
  • Dapat menggabungkan beberapa jaringan LAN kecil menjadi sebuah jaringan LAN besar
  • Cocok diimplementasikan pada gedung – gedung bertingkat, dan juga perusahaan dengan beeberapa ruangan dan gedung, sehingga menjadi satu jaringan besar. 
  • Dapat menggunakan sistem basis data terpusat ataupun terdistribusi
  • Kinerja akses data yang baik dan cepat
  • Apabila satu jaringan mengalami kerusakan, maka tidak akan terpengaruh kepada jaringan lainnya.
Kekurangan
  • Membutuhkan biaya implementasi yang tidak murah
  • Tidak cocok untuk digunakan pada jaringan berskala kecil
  • Biasanya membutuhkan perangkat keras jaringan yang berkualitas tinggi
  • Harus menggunakan sebuah komputer srver dengan spesifikasi tinggi
Topologi Mesh

topologi mesh
Topologi mesh pada dasarnya merupakan gabungan dari sebuah topologi bus, ring dan juga topologi star. Hal ini disebabkan karena topologi mesh akan menghubungkan semua komputer klien dan komputer server menjadi satu kesatuan yang utuh. Hal ini dapat memungkinkan setiap komputer, baik server dan juga klien dalam jaringan bertopologi mesh dapat melakukan komunikasi satu sama lain.
Kelebihan
  • Arus informasi akan berjalan dengan sangat cepat dan lebih efisien
  • Komputer klien saling terhubung satu sama lain, sehingga dapat melakukan proses komunikasi dengan cepat dan mudah
  • Komputer client bisa melakukan remote akses terhadap server, sehingga memungkinkan data di dalam server dirubah dengan menggunakan komputer client
Kekurangan
  • Membutuhkan kabel yang sangat banyak (seperti topologi ring dan juga bus)
  • Kemanan server yang rentan, karena kompter client dapat dengan mudah melakukan pengontrolan terhadap server
  • Sangat tidak cocok digunakan pada sebuah perusahaan yang emmilki banyak data penting dan rahasia sifatnya.

B. Perbedaan Jenis Kabel Coxial, UTP dan Fiber Optic


Coaxial Cable Adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Pusatnya berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor.

Image result for coaxial cableRelated image

Twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis Kabel Jaringan yang menggunakan bahan dasar Tembaga, yang tidak dilengkapi  dengan shield internal.

Related image
Related image

Kabel fiber optik dibuat dari kaca yang dibungkus oleh pelindung dan material penguat. Fiber optik menggunakan cahaya untuk menghantar isyarat, berbeda dengan kabel tembaga yang menggunakan sinyalelektronik.

Image result for fiber optic cable
Related image
Related image



 C. Cara membuat kabel UTP denagan Straight Through,Cross Over & Roll Over

1. Straight Through Cable 
Jenis kabel ini menggunakan standar yang sama antara ujung satu dengan ujung yang satunya lagi. Jika pada ujung pertama susunan yang kita pakai adalah EIA/TIA 568A, maka pada ujung yang kedua kita menggunakan susunan yang sama pula yaitu EIA/TIA 568A. Begitu juga bila salah satu ujungnya menggunakan susunan EIA/TIA 568B, maka ujung satunya menggunakan susunan yang sama.
Jadi sederhananya, pin 1 pada salah satu ujung akan terhubung dengan pin 1 pada ujung yang lainnya, lalu pin 2 akan terhubng dengan pin 2, dan seterusnya.

Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel straight trought ini biasanya digunakan untuk menghubungkan:
  • PC dengan Switch
  • PC dengan HUB
  • Sitch dengan Rotuter
  • dll, intinya perangkat tersebut bukan yang sejenis
2. Cross Over Cable
Penyusunan kaebel Cross Over (Silang) berbeda dengan kabel Straight Trought (Lurus). Jika pada ujung satu menggunakan standar EIA/TIA 568A, maka pada ujung kedua harus menggunakan standar EIA/TIA 568B. Bisa kita lihat bersama pada gambar dibawah ini, kabel yang menyilang merupakan kabel yang berfungsi untuk mengirim dan menerima data, sedangkan dua pasang kabel yang lain susunannya tetap.

Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel Cross Over digunakan untuk menghubungkan:
  • PC dengan PC
  • Switch Dengan Switch
  • Hub dengan Hub
  • Router dengan Router
  • dll
3. Roll Over Cable
Pada sistem CISCO, ada satu cara lain pemasangan kabel UTP, yang digunakan untuk
menghubungkan sebuah terminal (PC) dan modem ke console Cisco Router atau console switch
managible, cara ini disebut dengan Roll-Over. Kabel Roll-Over tersebut sebelumnya terkoneksi
dengan DB-25 atau DB-9 Adapter sebelum ke terminal (PC).
Anda dapat mengenali sebuah kabel roll-over dengan melihat ke dua ujung kabel. Dimana warna
kabel dari sisi yang satu akan berbalik pada sisi kabel di ujung yang lain. Misalnya kabel putih
orange yang berada pada pin 1 ujung satu, akan berada pada pin 8 ujung lainnya. Berikut adalah ilustrasi yang menggambarkan kegunaan dan pemasangan tipe kabel roll over.
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable

Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable

Kabel roll over digunakan untuk menghubungkan:
·         PC dengan Console Router
·         PC dengan Console Switch Manage

0 comments:

Post a Comment